Monday , 1 September 2014

Bukan Sembarang Dzikir

 

Dzikir merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keistimewaan, di antaranya: akan mendatangkan ketenangan bagi para pelakunya. Sebagaimana ditegaskan Allah ta’ala dalam firman-Nya,

“أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ”.

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. QS. Ar-Ra’du: 28.

Namun, yang kerap menjadi pertanyaan, sudahkah dzikir yang kita lantunkan mendatangkan ketenangan batin? Jika belum, barangkali dikarenakan kita baru asal berdzikir. Berikut beberapa kriteria dzikir sempurna yang diharapkan akan membuahkan ketentraman hati:1

1. Dzikir yang banyak.

Dalil kriteria ini, antara lain: QS. Al-Ahzab: 41. Batas minimal seorang bisa dikatakan telah banyak berdzikir adalah: manakala dia rajin mengamalkan dzikir dan wirid yang telah ditentukan momen-momennya dalam al-Qur’an dan Sunnah2. Adapun batas maksimalnya: lisan seseorang senantiasa basah dengan dzikrullah dalam setiap kesempatan, sebagaimana dijelaskan Allah ta’ala dalam QS. Ali Imran: 191.3

2. Dzikir yang memadukan antara amalan lisan dan peresapan hati.

Maksudnya, dzikir yang dilantunkan dengan lisan, berupa tasbîh, tahmîd, tahlîl, takbîr, istighfâr dan yang lainnya, diiringi dengan peresapan makna yang dikandung dalam berbagai kalimat mulia tersebut. Sehingga membuahkan perubahan perilaku seorang hamba menuju kepada kebaikan. Dan inilah tingkatan dzikir yang paling tinggi.4

3. Dzikir yang mengiringi seluruh amalan hamba.

Dzikir bukanlah suatu amalan tidak mungkin digabungkan dengan amalan lainnya Maksud kriteria ketiga ini: manakala seorang hamba melakukan amal ibadah apapun ia tidak lupa untuk berdzikir alias mengingat Allah, dan menghadirkan keikhlasan niat di dalamnya.

4. Dzikir yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Alangkah mengherankan praktek sebagian kalangan yang dengan rutin membaca wirid dan hizib yang sama sekali tidak ada dalilnya dari al-Qur’an dan Sunnah, padahal masih banyak dzikir yang jelas-jelas ada tuntunannya belum mereka amalkan. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,

“مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ”.

“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak”. HR. Muslim (III/1344 no 1718).


[1] Disarikan dari beberapa referensi, antara lain: Fath al-Bâry karya Imam Ibn Rajab (III/48), Fath al-Bâry karya al-Hafizh Ibn Hajar (XI/251-252) dan Tajrîd al-Ittibâ’ fî Bayân Asbâb Tafâdhul al-A’mâl karya Syaikh Prof. Dr. Ibrahim ar-Ruhaily (hal. 31-32).

[2] Lihat: Tafsîr as-Sa’dy (hal. 614).

[3] Cermati: Ibid (hal. 614 dan 128) dan Jâmi’ al-Bayân fî Tafsîr al-Qur’an karya al-Îjî (hal. 176).

[4] Baca: Madârij as-Sâlikîn karya Imam Ibn al-Qayyim (II/431).

[5] Fath al-Bâry karya Imam Ibn Rajab (III/48).

[6] Fath al-Bâry karya al-Hafizh Ibn Hajar (XI/252).

13 comments

  1. Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Ustadz Zaen,barakallahu feekum Ustadz, afwan ana pernah mendengar kajian Ustadz ini di radio Rodja, ALHAMDULILLAH sangat bermanfaat buat ana yang masih fakir ilmunya……afwan bisakah ustadz tuliskan juga bacaan dzikir2 24 jam dari mau tidur/bangun tidur hingga tidur kembali sesuai dengan sunnah Rasulullah Shalallahu Allaihi Wassalam ( seperti yang pernah ustadz Zaen bawakan di radio Rodja…..Jazakallahu khairan wassalamu’alaikum wa rahmatullahi

  2. Asalamualaikum Wr Wb pak ustad trimaksih informasi tentang dzikirnya.saya mau bertanya 1. apakah setiap bacaan zikir jumlahnya harus sama 2. dari bebrapa klimat tasibih (tasbîh, tahmîd, tahlîl, takbîr, istighfâr dll) apakah masing-masing memiliki ke faedahan sendiri-sendir kalau memang benar dari bcaan dikir mana yang paling utama. 3. saya sering mendengarkan tusiah pak ustad di masjid agung PBG, tp kadang-kadang saya tidak bisa menikuti krena halangan tertentu apakah stiap kajian pak utad membuat hard copyna yang bisa di downlod sehingga saya bisa terus mengikuti isi kajian. kalau ada di bagian mana saya bis membacanya,, .trimakasih wasalamualaikum WrWb

  3. wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. 1. tidak harus. 2. dari kalimat-kalimat tersebut yang paling afdal adalah kalimat tahlil. 3. kalau kajian tafsir, ya. namun nunggu dipublikasikannya agak lama, sebab harus diedit ulang dan butuh proses.

  4. Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Ustadz Zaen, saa juga mau bertanya seperti yang ditanyakan saudara UMMU AHMAD di atas…. bisakah ustadz tuliskan dzikir2 tersebut untuk kami atau bisakah ustadz tunjukkan kami sumber yang bisa kami peroleh ? Sukron ustadz !

  5. Asalamualaikum Wr Wb pak ustad trimaksih atas jaban pertanyaan saya tgl 30 april…kali ini saya minta petunjuk/aturan ADzikir yang sesuai dengan tuntunan syariat, berikutnya mohon dipublikasikan cara-cara yang salah dalam mendidik anak ( sesuai kultum tarawih dimasjid darusalam purbalingga) trimakasih

  6. Wa’alaikumsalam wr wb. Mengenai aturan dzikir, ada sebuah buku yang sangat menarik dan bagus untuk anda koleksi, judulnya “Fiqih Doa dan Dzikir” karya Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr. Kayaknya terjemahannya dan diterbitkan oleh penerbit Darul Ilmi, Jkt. Disearch aja di google insyaAllah infonya ada. Makalah kesalahan ortu dalam mendidik anak, jika telah selesai akan dipublish di tunasilmu.com insyaAllah. Judulnya “Salah Asuhan”. Selamat menanti.

    • Asalamualaikum Wr Wb…. trimakasin informasinya pak ustad…. maaf saya banyak tanya…saya mau tanya lagi apakah benar setelah slat witir(setelah tarawih) sudah tidak boleh melakukan salat sunah lagi….trimakasih

  7. Asalamualaikum Wr Wb…. PAK ustad temen saya mau tanya …sodara permpuanya menikah menggunakan wali hakim padahal orang tua kandung masih hidup (namun dari sejak lahir orang tua kandung(ayah) di tinggsl pergi sejak lahir)..hal ter sebut di setujui oleh sodara2 kandung dr ibu..apakah akad tersebut sah

  8. barokallahu laka………………………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>