Umur seorang hamba di dunia ini amatlah terbatas. Sehingga peluang untuk beramal pun juga terbatas. Pintu akan tertutup dengan berakhirnya jatah umur di dunia. Padahal ‘harga’ surga Allah yang diimpikan setiap insan amatlah mahal. Jika ia hanya mengandalkan amalan pribadinya, semisal shalat dan puasa, tentu amatlah kurang memadai untuk bisa ‘membeli’ surga Allah.

Karena itu, seorang muslim yang cerdas, dia akan berusaha menangkap setiap peluang emas yang menjanjikan panen pahala melimpah. Yakni amalan yang masih tetap mengalirkan pahala kepada pelakunya, sekalipun ia telah meninggalkan dunia yang fana ini. Ya, apalagi jika bukan amal jariyah!

Alhamdulillah, sambutan masyarakat terhadap keberadaan Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga, yang saat ini baru membuka Program Pengkaderan Da’i, TPQ dan majlis taklim, sangat membahagiakan. Desakan agar Pesantren membuka program pendidikan lainnya, setingkat SD, SMP dan SMA, semakin mengalir deras. Namun keterbatasan lahan Pesantren dan berbagai pertimbangan lainnya, membuat kami perlu memikirkan lebih matang lagi berbagai permohonan tersebut.

Untuk mempersiapkan proyek kebaikan tersebut, tentu perlu melibatkan banyak pihak. Karenanya, kami mengajak segenap kaum muslimin dan muslimat untuk turut serta menanam saham ukhrawi dalam program perluasan tanah wakaf Pesantren.

Program tersebut akan dibagi menjadi beberapa tahap. Dimulai dari tahap pertama, yakni pembelian tanah di samping tanah pondok, seluas 840 m2, dengan harga Rp. 85.000 / m2. Sehingga total dana yang dibutuhkan adalah: Rp. 71.400.000,- (tujuh puluh satu juta empat ratus ribu rupiah).

  • Donasi bisa diserahkan langsung ke alamat: Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Desa Kedungwuluh Rt/Rw: 8/2 Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.
  • Atau ditransfer melalui Bank Muamalat Indonesia, KCP Purbalingga, nomor rekening: 5440003080, a.n Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga. Lalu mengkorfirmasikannya ke nomor HP 0821 380 22771.

Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

BAGIKAN
Artikulli paraprakInovasi Salah Alamat
Artikulli tjetërAntara Dokter Dan Kiai

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here