Monday , 1 September 2014

PROFIL

Biografi Singkat Pengasuh Tunasilmu.com

Nama : Abdullah Zaen, Lc., M.A. bin Zaeni Muhajjat, BA, M.S.

Pekerjaan : Pengasuh Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga dan dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah “Imam Syafi’i” Jember

Riwayat Pendidikan:

- Formal:

1985 : TK Pertiwi Banyumas Jawa Tengah

1986-1992 : SD Kejawar I Banyumas Jawa Tengah

1993 : Pondok Modern ar-Risalah Slahung Ponorogo Jawa Timur

1994-1998 : Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur

1999 : Fakultas Syari’ah Institut Studi Islam Darussalam Gontor

2000 : Ma’had Lughah Islamic University of Medina (IUM) KSA

2001-2004 : S1 Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyah IUM (Cumlaude)

2005-2009 : S2 Jurusan Aqidah IUM (Cumlaude)

- Non Formal :

2000-2009 : Belajar berbagai kitab pada:

  1. Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abbâd: kitab Sunan Abi Dâwûd, sebagian dari Sunan at-Tirmidzi, al-Arba’în an-Nawawiyyah dan sebagian dari Sunan Ibn Mâjah .
  2. Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Âmir ar-Ruhaili: kitab: al-Ushûl ats-Tsalâtsah, Kasyf asy-Syubuhât, al-Qawâ’id al-Arba’, Kitab at-Tauhîd, Kitab al-Îmân li Abi ‘Ubaid al-Qâsim bin Sallâm, sebagian dari Kitab al-Qadar li Ibn Wahb, sebagian dari Kitab as-Sunnah li al-Khallâl, Kitab al-I’tiqâd li Ibn Abi Ya’la, Syarh as-Sunnah li al-Muzani, Mauqif Ahl as-Sunnah min Ahl al-Ahwâ’ wa al-Bida’, sebagian dari Riyâdh ash-Shâlihîn, Ushûl as-Sunnah li al-Imam Ahmad, sebagian dari at-Tadmuriah dan sebagian dari al-Hamawiyah.
  3. Syaikh. Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-‘Abbâd: kitab Fâ’idah Jalîlah fî Qawâ’id al-Asmâ’ al-Husna, sebagian dari al-Adab al-Mufrad, sebagian dari Tharîq al-Wushûl, sebagian dari al-Qawâ’id al-Mutsla, dan sebagian dari al-’Aqîdah al-Wâsithiyah.
  4. Syaikh. Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimy: kitab Kasyf asy-Syubuhât.
  5. Syaikh. Dr. Sulaiman bin Salîmullah ar-Ruhaily: sebagian dari kitab Manâr as-Sabîl, sebagian dari al-Waraqât, sebagian dari Manzhûmah al-Qawâ’id al-Fiqhiyyah li as-Sa’dy.
  6. Syaikh ‘Ubaid al-Jâbiry: sebagian dari kitab Syarh as-Sunnah li al-Barbahâry.
  7. Syaikh Prof. Dr. Muhammad bin Khalîfah at-Tamîmi: sebagian dari kitab al-Hamawiyah.
  8. Syaikh Dr Abdullah bin Abdurrahîm al-Bukhâry: sebagian dari kitab al-Bâ’its al-Hatsîts.
  9. Syaikh Abdurrahman ar-Raddâdy: sebagian dari Matan Abi Syuja’.

Karya Ilmiah:

- Buku berbahasa Indonesia:

  1. Imam Syafi’i Menggugat Syirik, Pembelaan Imam Syafi’i dan Para Pengikutnya terhadap Tauhid (diterbitkan oleh Maktabah al-Hanif Jogjakarta tahun 2007).
  2. 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah (diterbitkan oleh Pustaka Muslim Jogjakarta tahun 2007).

- Buku terjemahan dan editan:

  1. Untaian Mutiara Khutbah dan Nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Haji Wada’. Terjemahan dari Khuthab wa Mawâ’izh min Hajjah al-Wadâ’ karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-’Abbâd al-Badr (diterbitkan di Madinah).
  2. Ulama Mekah dan Nejd Bersatu Padu Membela Tauhid dan Memerangi Kesyirikan – Dokumen Nota Kesepakatan Ulama Mekah dan Ulama Nejd dalam Masalah Tauhid. Terjemahan dari al-Bayân al-Mufîd fî mât tafaqa ‘alaihi ‘Ulama Mekkah wa Najd min ‘Aqâ’id at-Tauhîd (diterbitkan oleh Islamic Centre Hauthah Sudair Riyadh).
  3. Biarkan Syi’ah Bercerita tentang Agamanya. Terjemahan dan ringkasan dari kaset Waqafât ma’a Du’ât at-Taqrîb oleh Syaikh Abdullah as-Salafy (diterbitkan oleh Pustaka Muslim Jogjakarta).
  4. Pancaran Nilai-nilai Keimanan dalam Ibadah Haji – Studi tentang Keterkaitan Ibadah Haji dengan Aqidah Seorang Muslim. Terjemahan dan ringkasan dari buku Durûs ‘Aqadiyyah Mustafâdah min al-Hajj karya Syaikh Prof Dr. Abdurrazzâq bin Abdul Muhsin al-’Abbâd al-Badr.
  5. Penjatuhan Vonis Kafir dan Aturannya. Terjemahan dari at-Takfîr wa Dhawâbithuh karya Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaily (diterbitkan Darus Sunnah Jakarta).

- Makalah:

  1. Upaya Menjaga Kemurnian Islam – Menyoal Tahdzîr dan Norma-normanya.
  2. Perpustakaan Pak Ustadz – Daftar Buku-buku Primer bagi Para Da’i.
  3. Penggugur Dosa.
  4. Agama adalah Nasehat.
  5. Indahnya Islam
  6. Berdakwah dengan Akhlak Mulia
  7. Berdakwah dengan Hati
  8. Beberapa Kaidah Penting Tafsir
  9. Beberapa Pembahasan Penting tentang Isti’adzah
  10. Beberapa Pembahasan Penting tentang Basmalah
  11. Tafsir Surat al-Fatihah
  12. Tafsir Surat an-Nas
  13. dan lain-lain.

- Karya Tulis Berbahasa Arab (belum diterbitkan):

  1. Tahrîk al-Ushbu’ fi at-Tasyahhud.
  2. Manzilah ash-Shahâbah Bain al-Ghulâh wa al-Jufâh.
  3. Ta’rîf Tauhîd al-Asmâ’ wa ash-Shifât wa ‘Alâqatuh bi Aqsâm at-Tauhîd al-Ukhrâ.
  4. Nawâqidh Tauhîd ar-Rubûbiyyah.
  5. Tahqîq al-Qaul fî mâ Nusiba ilâ al-Imâm Mâlik fî anna al-Îmân Yazîd wa Tawaqqufuh ‘an an-Nuqshân.
  6. Mazhâhirul Inhirâf fî Tauhîd al-’Ibâdah ladâ Ba’dh Muslimî Indonesia wa Mauqif al-Islâm minhâ(tesis).

 

49 comments

  1. Ana tertarik dengan PonPes Tunas Ilmu

  2. semoga allah menjaga umur anda dalam kebaikan. barakallahu fiikum.

  3. Alhamdulillah yg sy tunggu2 selama ini sudah terwujud…

  4. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  5. jazakumullah

  6. wah…wah… ternyata ustad yang berpaham wahabi toh… awas dibilang bid’ah lho ya kalo tahlilan

  7. Bismillah, Ustadz.. makalah “Perpustakaan Pak Ustadz – Daftar Buku-buku Primer bagi Para Da’i” bisa ana dapatkan dimana Ustadz, ana minat. jazakumulloh khair

  8. Tentu sangat tidak diragukan bahwa acara tahlilan – sebagaimana acara maulid Nabi dan bid’ah-bid’ah yang lainnya- tidaklah pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak juga para sahabatnya, tidak juga para tabi’in, dan bahkan tidak juga pernah dilakukan oleh 4 imam madzhab (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafii, dan Ahmad rahimahumullah). Akan tetapi anehnya sekarang acara tahlilan pada kenyataannya seperti merupakan suatu kewajiban di pandangan sebagian masyarakat. Bahkan merupakan celaan yang besar jika seseorang meninggal lalu tidak ditahlilkan. Sampai-sampai ada yang berkata, “Kamu kok tidak mentahlilkan saudaramu yang meninggal??, seperti nguburi kucing aja !!!”. Tidaklah diragukan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah kehilangan banyak saudara, karib kerabat, dan juga para sahabat beliau yang meninggal di masa kehidupan beliau. Anak-anak beliau (Ruqooyah, Ummu Kaltsum, Zainab, dan Ibrahim radhiallahu ‘anhum) meninggal semasa hidup beliau, akan tetapi tak seorangpun dari mereka yang ditahlilkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah semuanya dikuburkan oleh Nabi seperti menguburkan kucing??. Istri beliau yang sangat beliau cintai Khodijah radhiallahu ‘anhaa juga meninggal di masa hidup beliau, akan tetapi sama sekali tidak beliau tahlilkan. Jangankan hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, ke-1000 bahkan sehari saja tidak beliau tahlilkan. Demikian juga kerabat- kerabat beliau yang beliau cintai meninggal di masa hidup beliau, seperti paman beliau Hamzah bin Abdil Muthholib, sepupu beliau Ja’far bin Abi Thoolib, dan juga sekian banyak sahabat-sahabat beliau yang meninggal di medan pertempuran, tidak seorangpun dari mereka yang ditahlilkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula jika kita beranjak kepada zaman al- Khulafaa’ ar-Roosyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) tidak seorangpun yang melakukan tahlilan terhadap saudara mereka atau sahabat-sahabat mereka yang meninggal dunia. Nah lantas apakah acara tahlilan yang tidak dikenal oleh Nabi dan para sahabatnya, bahkan bukan merupakan syari’at tatkala itu, lantas sekarang berubah statusnya menjadi syari’at yang sunnah untuk dilakukan??!!, bahkan wajib??!! Sehingga jika ditinggalkan maka timbulah celaan??!! Sungguh indah perkataan Al-Imam Malik (gurunya Al- Imam Asy-Syaafi’i rahimahumallahu) ﻓَﻤَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺩِﻳْﻨًﺎ ﻻَ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺩِﻳْﻨًﺎ “Maka perkara apa saja yang pada hari itu (pada hari disempurnakan Agama kepada Nabi, yaitu masa Nabi dan para sahabat-pen) bukan merupakan perkara agama maka pada hari ini juga bukan merupakan perkara agama.” (Al-Ihkam, karya Ibnu Hazm 6/255) Bagaimana bisa suatu perkara yang jangankan merupakan perkara agama, bahkan tidak dikenal sama sekali di zaman para sahabat, kemudian lantas sekarang menjadi bagian dari agama !!!

  9. Ahsanta ya ikhwan…hayakumAllah

  10. Bismillahi walhamdulillah.. Afwan ustadz, kami bermaksud mengundang ustadz Abdullah Zaen Hafidzahullah untuk mengisi kegiatan Kajian Akbar di Sragen JawaTengah. Ancar2 waktunya kurang-lebih pada bulan syawal 1434. Kami sangat berharap ustadz bersedia mewujudkan harapan kami tersebut. Tolong ana dikirimi no.telepon yang bisa kami hubungi untuk mengklarifikasi persyaratan apa saja untuk mewujudkan permohonan kami tersebut..

    Baarokallohufiikum wa jazaakumullohu khoir…

  11. Kesaksian mantan pendeta hindu:

    ABDUL AZIZ (ROMO PINANDHITA SULINGGIH WINARNO, (sarjana agama hindu(s1)& pendeta berkasta brahmana, kasta brahmana adalah kasta/tingkatan tertinggi pada umat hindu)) Yang bersumpah atas asma Allah bahwa selamatan, ketupat, tingkepan, & sebahagian budaya jawa lainnya adalah keyakinan umat hindu dan beliau menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab wedha (kitab suci umat hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat hindu:

    Silakan buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa SANSEKERTA sebagai berikut: “PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA”.

    Silakan buka lagi KITAB SAMAWEDHA SAMHITA BUKU SATU,BAGIAN SATU,HALAMAN 20. Bunyinya : PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE. Di paparkan dengan jelas pada ayat wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do’a pada orang tuamu dihari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu(1000 harinya).

    (Sumber: http://muslimminang.wordpress.com/2013/04/24/acara-salamatan-manigo-harimanujuah-hari-di-hari-kematian-terdapat-ddalam-kitab-wedha-kitab-suci-umat-hindu/)

    Semoga bermanfaat

    jazakumullah

  12. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Smoga Pak Ustadz dan keluarga selalu dalam keadaan sehat wal afiat dan dalam lindungan Allah subhanahu wata’ala. Kami bermaksud memasukkan anak kami ke Pesantren. Mohon sarannya agar kami tidak salah memilih Pesantren. Atau apakah ada tempat di Ponpes Tunas Ilmu untuk Anak kami yang Insya Allah baru akan lulus SDI tahun depan. Terima kasih atas bantuan Pak Ustadz.

  13. Assalamu`alaikum wr.wb Saya sangat senang ternyata ada pondok pesantren modern di kota purbalingga semoga generasi ISLAM penerus bangsa terpelihara akhlak. kristenisasi dapat di minimalisir.

  14. Assalamu’alaikum pak Ustadz Zein, Alhamdulillah selama ini saya masih sering mendengarkan ceramah ustadz lewat yufid tv, dan saya tertarik mau memasukkan anak saya di pesantren bapak. sekarang anak saya baru saya masukkan di Madrasah Diniyah di kota saya karena di tempat saya tidak ada pesantren yang bermanhaj salaf. rencana saya nanti kalau anak saya sudah lulus madrasah mau saya pondikkan di pesantren tunas Ilmu asuhan bapak. bisa saya minta nomor HP pak Ustadz sehingga kalau saya pulang ke jawa bisa mampir. terima kasih.

  15. Alhamdulilah ketika q jalan2 Baturaden dan rombongan berhenti d suatu masjid yg ada d purbalingga q membaca famlet ponpes tunas ilmu. Ternyata setelah q buka alamatnya benar2 sama yang q bayangkan. Mudah2an sunnah2 Nabi kita tumbuh d bumi nusantara ini.

  16. Assalamu’alaikum Ustadz,

    Ana sering mendengar dan melihat kajian singkatnya, Subhanallah… Semoga Allah memberikan kesempatan kepada ana untuk bisa bertemu Ustadz.

    Apapun cercaan dan cemoohan, insyaAllah tetap berjalan di atas sunnah.

    Jazaakallah khairan.
    Haziq

  17. Assalamu’alaikum

    ane berminat sama pesantrennya Ustads……untuk anak ane

    Wassalam

  18. Alhamdulillah ana sangat bersyukur dikampung halaman ana kab.purbalingga ada ustadz yg menegakan dakwah sunnah.ana sekarang tinggal diriau,gimana caranya bisa ngundang ustsdz untuk dauroh keriau,mhn informasinya.syukron

  19. bismillah barokallahufik, afwan bisa minta no hp ust

  20. Assalamualaikum…

    Mohon pencerahan dan masukan dari ustadz dan rekan rekan semua.

    Setiap kali selesai sholat (setelah salam) saya melakukan dzikir dan berdoa di mana urutannya seperti ini :

    1. Astaghfirulloh’aladzim 3x 2. Mengucapkan doa ( Alloohumma Antas salaamu, wa mingkas salaamu, tabaarokta dzal jalaali wal ikroomi) 3. Di lanjutkan mengucap (Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai ing qodiir.” 1x) 4. Di lanjutkan mengucap (Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi.” 3x) 5. Di lanjutkan mengucap ( Subhannalohi wa bihamdihi 33x) 6. Di lanjutkan mengucap ( Alhamdulillahirrobbbil’alamin 33x) 7. Di lanjutkan mengucap ( Allohu Akbar 33x) 8. Di lanjutkan dengan berdoa pribadi kepada Alloh. ( Selesai berdoa kemudian saya membaca surat Al Fatihah ) setelah itu di lanjutkan dengan dzikir lagi yaitu : 9. Astagfirulloh al’adzim 33x 10. La ilaha illallah 33x 11. Allohumma shali a’la muhammad wa ali muhammad 33x.

    Pertanyaannya adalah bagaimana pendapat ustadz mengenai hal tersebut apakah ada kekeliruan atau menyalahi syariat dalam melakukan ibadah kepada Alloh ataukah terlalu berlebihan dalam beribadah ? Mohon masukan dan tuntunan dari ustadz dengan tujuan Insya Alloh amal ibadah yang dilakukan di terima dan bisa menjadi bekal di akhirat kelak, itu yang saya harapkan dan tentunya menjadi harapan kita semua.

    Wassalam.

    • sudah cukup baik, cuma berikut ini diperbaiki: 5. cukup dibaca subhanallah 6. cukup dibaca alhamdulillah 8. tidak perlu ditutup dengan alfatihah. no 9, 10, 11 tidak perlu dibaca setelah shalat

  21. Saya sedang mempelajari apakah salafi dan wahabi berbeda??? karena sejauh ini saya melihat bahwa salafi adalah wahabi dan sebaliknya…terima kasih

  22. Bismillah, ana pgn hadir pd kajian” di ponpes tunasilmu, ,kalo dari purworejo klampok arah kemana lagi ? Syukron

  23. Ya benar. Sebab pada dasarnya ahlul bid’ah ada beberapa kategori : 1) Golongan yang awam, hanya taqlid mengikuti kyainya saja. 2) Golong yang faham tapi masih belum menerima karena butuh proses pengkondisian. 3) Golongan yang sebenarnya tidak faham tapi salah bergaul, hanya copas-copas dengar saja atau bahkan sebenaranya tidak solat 5 waktu .. Golongan ini lah yang paling menderita, padahal hal ini lebih berbahaya buat orang dirinya dan orang lain.. Wallaahu a’lam.

  24. Assalamu’alaikum ustadz, apakah ada ma’had Salaf yang khusus untuk putri? Mohon informasi alamat dan profilnya, Syukran , Jazakallah khairan katsira…

  25. uztad tolong dibantu untuk bisa mendapatkan rekaman mp3 pembahasan tafsir Al Qur’an Juz amma yang telah dibahas, sebab biasanya saya peroleh dari situs radio rodja sekarang sudah tidak ada lagi, dan seinggat saya baru sampai surat Al Maun. tolong dibantu uztad karena kami sangat membutuhkannya…Jazakallah

  26. subhanallah alhamdulillah laailaaha illallah allahuakbar, Allahu akbar… saya sebagai warga purbalingga, sangat senang dengan adanya pondok yg saya idam2kan. yg mengajarkan islam sesuai tuntunan kanjeng rasul saw. yg berpedoman pada Al QURAN dan HADITS. yg bukan karena turun temurun kata nenek moyang, tanpa kebenaran yg di pertanggung jawabkan asal usulnya.

  27. Assalamualaikum ustadz,..

    Saya bekerja di pertambangan jauh dari rumah dan tinggal di mess perusahaan bersama karyawan lainnya, di dekat mess kami ada mesjid yang biasa terdengar adzan bila subuh hari tiap harinya, namun karena jadwal berangkat kerja menyebabkan rekan2 saya tidak bisa sholat berjamaah di mesjid tersebut shg memutuskan solat sendiri dikamar,.adapun saya, selalu sholat di mesjid tersebut dengan resiko terlambat datang di kantor karena saya mendapat fasilitas kendaraan dari perusahaan tidak seperti karywan lainnya yang menumpang bus/kendaraan lainnya. Beberapa hari yang lalu, usul saya untuk menyediakan tempat sholat di mess disetujui oleh perusahaan yakni berupa adanya ruangan khusus tempat sholat. Semenjak adanya ruangan tersebut saya selalu mengajak rekan2 dimess untuk berjamaah sholat di ruangan tersebut, dan saya rutin mengumandangkan adzan saat waktu sholat tiba agar jamaah dimess dapat berkumpul untuk sholat berjamaah. Yang menjadi pertanyaan saya adalah semenjak adanya ruangan sholat tersebut, saya jadi tidak pernah berjamaah di mesjid lagi, apakah yang saya lakukan ini salah karena kehilangan pahala berjamaah di mesjid? Mohon penjelasannya Ustadz. Jazakallah khairan khatsiraa

  28. Assalamu`alaikum warahmatullah wabarakatuh.

    Hadir!!!

    Wassalamu`alaikum warahmatullah wabarakut

  29. Wassalamu`alaikum warahmatullah wabarakatuh

  30. Ass.ww…Alhamdulillah sy hari ini bisa buka situs ustad zein…sy sering denger d radio roja tp ngg tahu siapa yg tausiah….sukron

  31. Assalamualaikum. Ustadz kpn mendirikan SD yg islami. kami warga pbg sangat membutuhkan sekolah untuk anak2 usia SD. Barokalloohu fiikum

  32. Alhamdulillah bbrp hari lalu dengar kajian di Roja dari ustadz, antara lain utk lebih jelas pd materi yg sdg di bahas bisa liat di website. Subhannallah pas sy buka. saya jd ketawa sendiri buka ceramah ustadz. Selama ini (sy mulai dengar roja dr thn 2008 sp skrg. 24 jam radio tdk sy matikan dlm sehari. Setiap hari) sy hapal bgt dng suara ustadz tp tidak pernah lihat orgnya. Sy berbangga hati karena di daerah leluhur ibu sy, ada pesantren yg bgs (sy bayangkan dr ceramah ustadz). Smg Allah beri kesehatan dan kemudahan Anda dlm berdakwah menegakkan syariat yg benar. Aamiin

  33. wahabi itu opo mas? siapa nama pendirinya? beliau kelahiran dimana dan tahun berapa? inti ajaran beliau opo mas? kalo mas ga bs jawab pertanyaan ini mas masuk kaum munafik yaitu orang yang kalo bicara isinya dusta. Orang munafik tempatnya kata setan itu enak lho mas di singgasana kerak neraka jahanam.

  34. untuk wong nu…… wahabi itu opo mas? siapa nama pendirinya? beliau kelahiran dimana dan tahun berapa? inti ajaran beliau opo mas? kalo mas ga bs jawab pertanyaan ini mas masuk kaum munafik yaitu orang yang kalo bicara isinya dusta. Orang munafik tempatnya kata setan itu enak lho mas di singgasana kerak neraka jahanam.

  35. apakah salafy itu wahabi?

    Wahabi yang khawarij lahir di AFRIKA UTARA pada abad ke-2 H, melalui tangan Abdul WAHHAB bin Rustum.

    Wahhabiyah sudah ada sejak abad ke-2 H di Afrika Utara, sementara itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dilahirkan pada tahun 1115 H/1703 M di Jazirah Arab.

    Abdul WAHHAB bin Rustum yang hidup pda abad ke-2 H di Afrika Utara itu khawarij, sedang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang di Jazirah Arab abad 12 H itu Ulama Ahlus Sunnah. Beda 10 abad dan beda jauh pemahaman antara keduanya, namun orang sering keliru, atau mungkin sengaja dikelirukan?

    Agar masalahnya jelas, maka silakan simk tuisan singkat ini.

    ***

    Wahhabiyah Sesungguhnya

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    WAHHABIYAH adalah sebuah sekte yang lahir di AFRIKA UTARA pada abad ke-2 H, melalui tangan Abdul WAHHAB bin Rustum. Nama Wahhabiyah, adalah nisbat kepada Abdul Wahhab bin Rustum ini.

    Merupakan pecahan dari sekte Wahbiyah Ibadhiyah yang berpemahaman Khawarij, nisbat kepada pendiri awalnya yaitu Abdullah bin WAHB Ar-Rasibi.

    Khawarij, yang cikal bakalnya adalah Dzul Khuwaishirah, sehingga Ibnul Jauzi menyatakan:

    “Dzul Khuwaishirah adalah khawarij pertama yang keluar dalam Islam. Penyakitnya adalah RIDHA DENGAN PEMIKIRAN (PENDAPAT) PRIBADINYA. Seandainya ia diam pasti akan tahu bahwa tidak ada pemikiran (pendapat) yang benar yang menyelisihi pendapat Rasulullah. Pengikut orang inilah yang memerangi Ali bin Abu Thalib.” (Talbis Iblis, Ibnul Jauzi)

    Yang kemudian berkembang dan memulai gerakannya dengan memberontak terhadap kekhilafahan Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu dan berhasil membunuh beliau. Kemudian kelompok khawarij ini menjadi satu kelompok resmi pada tanggal 10 Syawal tahun 37 H dengan membai’at Abdullah bin WAHB Ar-Rasibi sebagai pemimpin mereka. [Al Mausu’ah Al Muyassarah Fil Adyaan Wal Madzaahib Wal Ahzaab Al Mu’asharah (1/53)]

    Kemudian Ali bin Abi Thalib radhiyallah’anhu memerangi mereka di daerah Nahrawan hingga tersisa sedikit dari mereka, dan (sisanya) melarikan diri kebeberapa daerah. Tentang hal ini Al-Baghdadi rahimahullah menceritakan:

    “Terbunuh orang-orang khawarij pada hari itu hingga hanya tersisa sembilan orang. Dua orang dari mereka lari ke daerah Sajistan dan dari pengikut keduanya muncul Khawarij Sajistan, dua orang lagi lari ke Yaman dan dari pengikutnya muncul sekte Ibadhiyah di Yaman. Dua orang lainnya lari ke Oman dan muncul dari pengikutnya Khawarij Oman dan dua yang lainnya lari ke daerah Al Jazirah dan muncul dari pengikutnya Khawarij Al Jazirah. Tinggal seorang lari ke daerah Tel Muzan.” (Al Farqu Bainal Firaq Al Baghdadi, hal 80-81, lihat Al Khawarij, Tarikhuhum Wa Araauhum Al I’tiqadiyah Wa Mauqif Al Islam Minha, DR. Ghalib bin ‘Ali ‘Awaji, hal 95).

    Wahhabiyah sudah ada sejak abad ke-2 H, sementara itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dilahirkan pada tahun 1115 H/1703 M.

    Jadi, SALAH KAPRAH kalau ada yang mengatakan bahwa Wahhabiyah adalah sekte baru yang didirikan di Najed oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

    Diterjemahkan oleh Ust Abu Muhammad Herman

  36. assalamualaikum, ustadz kalo minta jadwalnya untuk kajian rutin di semarang bisa ya?

  37. ummu fatimah azzahro

    Ustad, bolehkan kita meminta mahar hafalan? apakah nanti didepan penghulu ikhwannya juga setorin hafalan seperti sedang belajar? atau bagaimana ustad. mohon penjelasannya. terima kasih.

  38. subhanallah . . . . . untuk akhi wongnu, semoga Allah azza wajalla memberi hidayah menuju logika beragama yang benar berdasarkan alquran dan sunnah sesuai pemahaman para sahabat, tabiin, tabiuttabiin, dan orang2 yang mengikutinya dg benar sampai hari ini!

  39. subhanallah . . . . . untuk wong nu, semoga Allah subhanahuwata’ala memberi hidayah untuk memahami dg benar agama islam ini sesuai dg yg dipahami generasi terbaik umat ini (para sahabat) dan orang-orang yg mengikutinya dg benar!

  40. Semoga Allah memberi keberkahan kepada Ustadz.. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>