Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:

BACAAN KESEMBILAN:

Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”

“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.

Dalil Landasan

Abdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.

Renungan Kandungan

Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.

Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.

Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.

Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.

Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.

Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.

Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.

1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.

2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.

3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019

AGEN KEBAIKAN
REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081

Facebook
https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/

Telegram
https://t.me/ustadzabdullahzaen

Soundcloud

Instagram
instagram.com/ustadzabdullahzaen/

Youtube
https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here