Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:

BACAAN KESEBELAS:

Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:

“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.

Dalil Landasan

عَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.

Renungan Kandungan

Setiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.

Keridhaan terhadap Allah sebagai Tuhan

Konsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.

Keridhaan terhadap Islam sebagai agama

Konsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.

Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi

Konsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.

Balasan Tak Ternilai

Manakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here