Salah satu kelebihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah beliau dikaruniai ungkapan-ungkapan kalimat yang sempurna. Beliau bersabda,

بُعِثْتُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ

“Aku diutus Allah dengan membawa jawâmi’ul kalim”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Arti jawâmi’ul kalim adalah “kandungan banyak yang diungkapkan dalam kalimat yang ringkas”. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Ibn Syihab az-Zuhriy.

Keistimewaan itu mencakup nasehat beliau, doa beliau dan dzikir beliau.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,

” كَانَ يُعْجِبُهُ الْجَوَامِعُ مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا بَيْنَ ذَلِكَ “

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menyukai doa-doa yang komplet dan meninggalkan selain itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga al-Albaniy.

Nabi shallallahu‘alaihiwasallam pernah berpesan kepada istri beliau tercinta; Aisyah radhiyallahu ‘anha,

يَا عَائِشَةُ، عَلَيْكِ بِجَوَامِعِ الدُّعَاءِ؛ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ مُحَمَّدٌ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ، وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مَا قَضَيْتَ لِي مِنْ قَضَاءٍ، أَنْ تَجْعَلَ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا

“Wahai Aisyah hendaklah engkau mengamalkan doa yang komplet;

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan seluruhnya di dunia maupun di akhirat, yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan seluruhnya di dunia maupun akhirat, yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui.

Ya Allah, Aku meminta kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba dan Nabi-Mu berlindung kepada-Mu darinya.

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu surga dan apa saja yang mendekatkan kepadanya; baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa saja yang mendekatkan kepadanya; baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku memohon segala sesuatu yang telah Engkau takdirkan untukku, hendaklah Engkau jadikan akibatnya adalah kesadaran (petunjuk)”. HR. Al-Firyabiy dan lainnya.

Seluruh doa dan dzikir yang ada dalam al-Qur’an dan hadits adalah komplet dan sempurna. Oleh karena itu hendaklah kita senantiasa mengamalkan doa dan dzikir tersebut juga memprioritaskannya. Daripada mengamalkan doa dan dzikir hasil bikinan manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Dan hasil kreasi tersebut tentu berpeluang besar untuk mengandung kekeliruan.

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Shafar 1438 / 7 Nopember 2016

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here