Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.

Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:

  1. 6. Saat sujud

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Di lain kesempatan beliau menjelaskan,

أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

“Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?

Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama.

  1. Selesai tahiyat shalat sebelum salam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,

إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “.

“Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

Bersambung…

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here