Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.

Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:

Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitan

Orang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.

Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.

Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.

Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ.

“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here