Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 138

MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN

 

Di antara etika berdoa yang sangat membantu terkabulnya doa adalah mengawalinya dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga pengakuan akan karunia-Nya yang amat banyak kepada kita.

Fadhâlah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu menuturkan,,

“سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “عَجِلَ هَذَا” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ: “إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ”.

“(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar sesorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak didahului dengan pujian terhadap Allah dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Orang ini terburu-buru”. Lalu beliau memanggilnya dan berkata padanya atau kepada selain dia, “Andaikan salah seorang dari kalian berdoa hendaklah memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam, kemudian berdoa sekehendaknya”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh at-Tirmidzi, Ibn Hibban juga al-Hakim.

Siapapun yang memperhatikan doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits, akan menemukan adab tersebut dicontohkan dengan jelas di dalamnya.

Di antaranya adalah doa yang ada di dalam surat al-Fatihah. Doa yang setiap harinya kita baca minimal 17 kali. Redaksi doa tersebut adalah:

“اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ”

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. QS. Al-Fatihah (1): 6.

Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Perhatikan bahwa ayat yang berisikan doa ada di ayat keenam. Sedangkan lima ayat sebelumnya, mulai ayat pertama hingga kelima ternyata bermuatan puja dan puji pada Allah ta’ala.

Ini mengajarkan pada kita sebuah etika dalam berdoa yang akan sangat membantu terkabulnya doa. Yakni: Mengawali doa kepada Allah dengan dua hal;

  1. Sanjungan pada-Nya dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang mulia, dan ini termaktub dalam ayat pertama hingga keempat.
  2. Ibadah serta penyembahan kita pada-Nya, dan ini tercantum dalam ayat kelima.

Sesuatu yang diminta insan dalam surat al-Fatihah merupakan suatu yang amat berharga dan agung, sehingga cara memintanya pun tidak sembarangan. Karena itulah Allah mengajarkan etika meminta yang benar, agar karunia yang diharapkan bisa didapat.

Imam an-Nawawi (w. 676 H) menjelaskan, “Para ulama telah berijma’ akan disunnahkannya memulai doa serta mengakhirinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Hadits-hadits yang berisikan hal tersebut banyak dan makruf”.

 @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Dzulqa’dah 1439 / 23 Juli 2018

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here