Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ.

“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.

Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.

Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:

Membiasakan anak bersiwak

Ajarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.

Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”

“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.

Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.

Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here