Setelah menjelaskan keimanan kepada malaikat, maka berikutnya adalah rukun iman ketiga yaitu:

3. Beriman kepada Kitab-kitab Allah

Semua orang hidup di dunia yang fana ini tentu mendambakan kebahagiaan. Namun tidak setiap manusia bisa meraihnya. Perlu dijelaskan kepada putra-putri kita, bahwa kebahagiaan itu hanya akan dicapai manakala hamba mengikuti aturan Sang Penciptanya. Aturan hidup tersebut telah termaktub di dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah ta’ala. Karena itu, kita harus mengenal berbagai kitab tersebut.

Ada banyak kitab yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya. Antara lain: al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam. Injil yang diturunkan kepada nabi Isa ‘alaihissalam. Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa ‘alaihissalâm. Dan Zabur yang diturunkan kepada nabi Dawud ‘alaihissalâm.

Khusus berkenaan dengan al-Qur’an, karena kitab ini diturunkan untuk umat Islam, maka tidak cukup bagi seorang muslim hanya mengenal namanya saja. Namun ada berbagai kewajiban yang harus kita penuhi. Antara lain:

  1. 1.    Mencintai, menghormati dan mengagungkan al-Qur’an. Sebab di dalamnya termaktub kalamullah; firman Allah, yang pasti paling benar dan paling mulia di antara ucapan lainnya. Bukan hanya menghormati kandungan isinya saja, tapi juga memuliakan fisik mushaf al-Qur’an. Antara lain dengan meletakkannya di tempat yang terhormat.
  2. 2.    Meyakini bahwa al-Qur’an ini terjaga keasliannya, sejak diturunkan hingga datang hari kiamat. (Baca: QS. Al-Hijr: 9).
  3. 3.    Rutin untuk membacanya, terutama di saat shalat. Akan lebih baik lagi jika ditambah bertadarus di luar shalat. Untuk merealisasikan tujuan mulia tersebut, tentu perlu dukungan penuh orang tua agar anak belajar membacanya dengan baik dan benar.
  4. 4.    Berlatih memahami makna al-Qur’an secara bertahap. Dengan membaca terjemahan al-Qur’an dan mengajak anak menghadiri atau mendengarkan pengajian tafsir al-Qur’an.
  5. 5.    Mengamalkan kandungan al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Hal ini perlu dilatih dalam keseharian anak. Saat mengajarkan suatu perilaku mulia, terangkanlah pada anak bahwa perilaku itu diperintahkan dalam al-Qur’an. Misalnya tentang kejujuran, rendah hati, sayang terhadap sesama, berbakti kepada orang tua dan berbagai akhlak terpuji lain. Sebaliknya, ketika mengingatkan anak dari perilaku tercela, jelaskanlah bahwa perilaku tersebut terlarang dalam al-Qur’an. Contohnya: sombong, dusta, zalim dan yang semisal. Sehingga anak terlatih untuk selalu tertaut dengan al-Qur’an, bukan hanya dalam tataran teori belaka. Namun juga dalam praktek nyata keseharian.

Jelaskan kepada anak bahwa Allah ta’ala saat menggariskan berbagai aturan tersebut bukanlah untuk mengekang dan menyusahkan kita. Namun semata-mata bentuk kasih sayang-Nya pada kita. Dia menginginkan kebaikan untuk kita di dunia maupun akhirat.

Wallahu ta’ala a’lam…

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1435 / 20 Januari 2014

 


* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai referensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here