Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 81: Efek Buruk Lingkungan Yang Rusak Bagian 7

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah menyelesaikan pembahasan tentang faktor ketiga yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor media elektronik dan cetak. Pembahasan berikutnya adalah tentang faktor keempat. Yaitu:

  1. Teman dan Sahabat.

Teman memiliki peran dan pengaruh besar dalam pendidikan, sebab teman mampu membentuk prinsip dan pemahaman yang tidak bisa dilakukan kedua orang tua.

Setiap anak pasti menginginkan dirinya dihargai dan diterima. Di dalam keluarga, apabila seorang anak merasa tidak dihargai dan tidak diterima, maka pemberontakanlah yang akan dilakukannya. Dia akan mencari orang lain di luar lingkup keluarga yang bersedia menerima dia, menghargainya serta mendukungnya.

Umumnya, pengaruh terbesar seorang anak adalah dari teman-temannya. Tak sedikit anak yang jatuh ke dalam perbuatan negatif, akibat pengaruh buruk dari teman-temannya. Supaya dapat diterima oleh kawan-kawannya, biasanya para anak dipaksa harus dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang berlaku di dalam komunitas mereka. Sebagai orang tua, Anda boleh merasa tenang, apabila putra-putri Anda memiliki teman-teman yang baik. Namun sebaliknya, Anda harus waspada serta was-was, apabila putra-putri Anda salah dalam memilih teman.

Sebab efek buruk dari salah dalam memilih teman bukan hanya akan dirasakan di dunia saja, namun juga di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

” مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “.

“Perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak, maka kemungkinan kamu akan diberi olehnya minyak wangi, atau membeli darinya atau tertular aroma wanginya. Adapun pandai besi, maka bisa jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau tertular bau tidak sedapnya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.

Adapun efek buruk di akhiratnya, Allah ceritakan antara lain dalam firman-Nya,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29) 

Artinya: “Ingatlah pada hari ketika orang-orang zalim menggigit kedua tangannya (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Duhai sekiranya dulu aku mengikuti jalan Rasul. Duhai celaka  aku! Sekiranya dulu aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia”. QS. Al-Furqân (25): 27-29.

Maka wahai para orang tua, pilihkan untuk anak-anakmu teman yang baik, sebagaimana engkau memilihkan untuk mereka makanan dan pakaian yang terbaik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>