Saling mengunjungi rumah sesama muslim adalah sebuah kebiasaan baik yang dianjurkan dalam Islam. Sebab itu akan menumbuhkan ukhuwah islamiyyah. Dan bila dilakukan dengan kerabat, maka akan mempererat tali silaturrahim.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda,

حقَّتْ محبَّتي على المُتحابِّينَ فيَّ، وحقَّتْ محبَّتي على المُتناصِحينَ فيَّ، وحقَّت محبَّتي على المُتزاوِرينَ فيَّ، وحقَّتْ محبَّتي على المُتباذِلينَ فيَّ، وهم على منابرَ مِن نورٍ يغبِطُهم النَّبيُّونَ والصِّدِّيقونَ بمكانِهم

Orang yang saling mencintai karena Aku, berhak mendapatkan kecintaan-Ku. Orang yang saling menasehati karena Aku, berhak mendapatkan kecintaan-Ku. Orang yang saling mengunjungi karena Aku, berhak mendapatkan kecintaan-Ku. Orang yang saling memberi karena Aku, berhak mendapatkan kecintaan-Ku. Mereka akan berada di mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat iri para Nabi dan orang-orang shalih terhadap tempat mereka itu”. HR. Ibnu Hibban dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albani.

Maka mengajak anak untuk berkunjung kepada sesama muslim, terlebih kerabat, sangat dianjurkan. Hal itu dalam rangka:

Pertama: Membiasakan mengamalkan sunnah berkunjung

Sejak dini, anak perlu dibiasakan mengamalkan sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal itu sangat penting agar terbangun kecintaannya terhadap sunnah beliau.

Kedua: Mengajarkan adab-adab bertamu

Mulai dari mengucapkan salam, mengetuk pintu tiga kali, posisi berdiri bukan di depan pintu persis, tidak mengintip ke dalam rumah, mengenalkan identitas diri dengan jelas dan lain-lain.

Abdullah bin Bisyr radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى بَابَ قَوْمٍ لَمْ يَسْتَقْبِلِ الْبَابَ مِنْ تِلْقَاءِ وَجْهِهِ، وَلَكِنْ مِنْ رُكْنِهِ الْأَيْمَنِ، أَوِ الْأَيْسَرِ، وَيَقُولُ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ 

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu. Tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”. (HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.

Ketiga: Mendidik anak

Prioritaskan kunjungan ke rumah sahabat atau sanak famili yang salih. Apalagi bila kita tahu bahwa yang kita kunjungi memiliki anak serta punya visi dan misi yang sama dalam mendidik anak. Bahkan kita bisa membuat kesepakatan sebelumnya untuk mejadikan anak-anak sebagai pemeran utama dalam pertemuan tersebut. jadi bukan kita yang hanya sibuk ngobrol sementara anak menjadi pendengar setia. Namun sebaliknya, kita berusaha sebanyak mungkin melibatkan anak-anak dalam pertemuan tersebut.

Kita sangat berharap anak dapat belajar banyak dari pertemuan-pertemuan seperti itu. Mereka bisa belajar adab yang bermanfaat, memupuk rasa percaya diri serta menambah wawasan dan pergaulan.

Keempat: Menumbuhkan empati anak

Yakni dengan mengajaknya mengunjungi orang yang kesusahan atau sakit, lalu mempersilahkan anak untuk memberikan hadiah atau bantuan dengan tangannya.

Selamat mempraktekkan!

 

* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here