Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:

  • Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.
  • Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.
  • Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.
  • Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.

Read more

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).

Read more

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA

Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.

Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.

Read more

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)

Berdoa

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:

BACAAN KEDUABELAS:

Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.

Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.

Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.

Read more