Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 156 – KEISTIMEWAAN DZIKIR PAGI-PETANG

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 156

KEISTIMEWAAN DZIKIR PAGI-PETANG

Di antara dzikir rutin harian yang diajarkan dalam agama kita adalah dzikir pagi-petang. Bahkan ini termasuk dzikir yang paling banyak dalilnya.

Allah ta’ala menjanjikan berbagai keistimewaan bagi mereka yang rutin mengamalkan dzikir ini. Di antaranya:

Pertama: Kasih sayang dari-Nya

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (43)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah sesering mungkin dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu). Agar Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”. QS. Al-Ahzab (33): 41-43.

Kedua: Mendatangkan kesabaran

Allah ta’ala berfirman,

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

Artinya: “Bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan, serta bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam”. QS. Qaf (50): 39.

Menyibukkan diri dengan berdzikir secara umum, termasuk di pagi dan sore hari akan menghibur hati dan menenangkannya, serta meringankan kesabaran.1

Ketiga: Amalan yang sangat dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ؛ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ؛ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulaidari (waktu) sholat shubuh hingga terbit mataharilebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari keturunan Nabi Isma’il. Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) shalat Ashar sampai terbenam mataharilebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albaniy.

Ini baru keutamaan yang sifatnya umum. Masih banyak lagi keutamaan lain yang bersifat spesial bagi masing-masing poin dzikir pagi-petang. InsyaAllah akan kita bahas di artikel-artikel selanjutnya.

Kapan waktu pembacaannya?

Waktu pembacaan dzikir ini adalah di pagi hari setelah shalat Subuh hingga menjelang terbitnya matahari. Sedangkan di sore hari adalah setelah shalat Ashar hingga menjelang matahari terbenam. Namun bila terkadang ada halangan, maka tidak mengapa dibaca setelah matahari terbit atau sesudah terbenam.2

Jika kadangkala dibaca sebelum shalat Shubuh, asalkan dipastikan telah masuk waktu fajar, juga tidak mengapa.3

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Dzulqa’dah 1440 / 8 Juli 2019

1 Baca: Tafsir as-Sa’diy (hal. 750).

2 Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkârkarya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (III/11).

3 Lihat: Al-Wâbil ash-Shayyib karya Ibn al-Qayyim (hal. 239-240), Al-Futûhât ar-Rabbâniyyah karya Ibn al-‘Allân (III/74-75, 100), http://www.binbaz.org.sa/noor/2563) dan fatwa.Islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&lang=A&Id=57328

Leave a Comment