Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:

BACAAN KESEPULUH:

Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:

“بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ”

“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang bisa membahayakan. Baik di bumi maupun di langit”.

Dalil Landasan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ: “بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ” ثَلاَثَ مَرَّاتٍ؛ فَيَضُرَّهُ شَيْءٌ

“Setiap hamba yang membaca di pagi dan sore hari, “Bismillâhilladzî lâ yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walâ fis samâ’i, wa huwas samî’ul ‘alîm” tiga kali; niscaya dia tidak akan terkena musibah sedikitpun”. HR. Tirmidziy dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih gharib.

Renungan Kandungan

Imam Qurthubiy rahimahullah menjelaskan, bahwa hadits di atas terbukti manjur untuk perlindungan. Beliau melanjutkan penuturannya, “Semenjak aku mengetahui hadits ini dan mengamalkannya, aku belum pernah terkena marabahaya. Hingga suatu malam aku tersengat kalajengking. Akupun merenung. Ternyata di sore hari aku lupa membaca dzikir tersebut”.

Mari kita kaji kandungan bacaan ajaib ini.

Dzikir ini diawali dengan basmalah. Alias dengan menyebut nama Allah. Maksudnya kita memohon perlindungan kepada Allah dengan cara menyebutkan nama-Nya.

Siapapun yang memohon perlindungan kepada Allah, niscaya tidak ada sesuatupun yang bisa mencelakainya. Entah marabahaya tersebut terletak di bumi, maupun di langit. Sebab seluruh alam semesta ini ada di bawah kendali dan kekuasaan Allah ‘azza wa jalla.

Allah ta’ala berfirman,

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. QS. Al-Mulk (67): 1.

Seluruh peristiwa di alam semesta ini terjadi dengan kehendak Allah. Apapun yang tidak dikehendaki-Nya maka tidak akan mungkin terjadi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ

“Ketahuilah, seandainya seluruh makhluk bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan bisa melakukannya. Kecuali bila telah ditakdirkan Allah. (Sebaliknya) jika mereka bersatu padu untuk mencelakaimu, niscaya mereka tidak mampu melakukannya. Kecuali bila telah ditakdirkan Allah”. HR. Tirmidziy dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Tirmidziy menilai hadits ini hasan sahih.

Terakhir, dzikir ini ditutup dengan dua nama Allah yang mulia. Yaitu as-Sami’ (Yang Maha Mendengar) dan al-‘Alim (Yang Maha Mengetahui). Sungguh, Allah Maha Mendengar seluruh ucapan kita dan Maha Mengetahui seluruh perbuatan kita. Tidak ada yang terlewat sedikitpun dari pengawasan Allah.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Ula 1441 / 19 Januari 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here