Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 176 : Bacaan Dzikir Pagi (bagian-4)

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 176
BACAAN DZIKIR PAGI (Bagian-4)
Oleh: Abdullah Zaen

Pada pertemuan sebelumnya, kita telah memulai pembahasan tentang bacaan yang khusus dibaca saat dzikir pagi. Berikut kelanjutannya:

BACAAN KEEMPAT:

Membaca doa berikut satu kali:
“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا”
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amalan yang diterima”.

Dalil Landasan

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bertutur, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa di atas setiap selesai shalat Subuh”. HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Ibn Hajar al-‘Asqalaniy.

Renungan Kandungan

Dzikir ini mengajarkan pada setiap muslim untuk menentukan target yang hendak dicapainya setiap pagi. Sehingga hidupnya selalu terarah dan berada di atas rel yang benar. Target-target itu adalah:

Pertama: Ilmu yang bermanfaat

Setiap hari seorang muslim harus berupaya mendapatkan tambahan ilmu. Namun bukan sembarang ilmu. Yang dicarinya adalah ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang benar dan yang diamalkan. Sehingga semakin mendekatkan dirinya kepada Allah ta’ala.

Ilmu ini ada tiga macam: (1) Ilmu tentang Allah ta’ala, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya; (2) Ilmu tentang jalan yang mendekatkan kepada Allah, yaitu syariat-Nya; (3) Ilmu tentang akhirat, surga dan neraka.

Kedua: Rizki yang baik

Rizki yang baik adalah yang halal. Sebab rizki yang halal akan mendatangkan ketenangan, memberikan kekuatan untuk beribadah, menyebabkan amalan diterima, serta menjadi sebab keberkahan. Sebaliknya, rizki yang haram akan mengakibatkan kegelisahan, membuat malas beribadah, memicu tertolaknya amalan, serta mengundang bencana.

Seorang tidak mungkin bisa membedakan antara yang halal dengan yang haram, kecuali bila berbekal ilmu agama. Karena itulah di dalam doa ini dididahulukan permintaan ilmu sebelum rizki.

Ketiga: Amalan yang diterima

Seorang muslim bukan hanya bersemangat untuk beramal. Namun ia juga harus berupaya keras agar amalannya diterima, dengan cara memenuhi kriteria-kriteria diterimanya suatu amal, yang telah digariskan agama.

Kriteria tersebut adalah: ikhlas karena Allah ta’ala, sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta menghindari hal-hal yang bisa mengakibatkan tertolaknya amal. Seperti konsumsi makanan-minuman haram, bertengkar dan saling mendiamkan sesama muslim, serta pergi ke dukun atau tukang sihir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengajari kita doa di atas, tentu beliau telah dikaruniai oleh Allah tiga hal di atas. Yaitu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amalan yang diterima. Pun demikian, ternyata beliau tetap rutin membaca doa ini setiap hari. Kita yang tidak memiliki jaminan tiga hal ini, tentu lebih pantas untuk rajin membacanya. Agar dikarunia oleh Allah hal-hal tersebut.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Rabi’ul Awwal 1443 / 25 Oktober 2021