Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 178 : Bacaan Dzikir Sore (Bagian-1)

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 178
Bacaan Dzikir Sore (bagian-1)

Setelah membahas berbagai bacaan yang khusus dibaca di pagi hari, mulai serial kali ini kita akan mengkaji bacaan yang khusus dibaca di sore hari. Di antara bacaan tersebut adalah:

BACAAN PERTAMA:

Membaca wirid berikut satu kali:
“أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِى النَّارِ وَعَذَابٍ فِى الْقَبْرِ”

“Kami telah memasuki waktu sore dan kekuasaan hanya milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah saja, tak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Mampu atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan setelahnya. Aku juga memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan yang ada di malam ini dan setelahnya. Wahai Rabbku, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di hari tua. Wahai Rabbku, aku memohon perlindungan pada-Mu dari azab di neraka dan azab di kuburan”.

Dalil Landasan

Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki waktu sore, beliau membaca doa tadi”. HR. Muslim.

Renungan Kandungan

Wirid di atas mengajarkan pada kita salah satu etika berdoa. Yaitu bertawasul dengan cara mengawali doa menggunakan pujian kepada Allah ta’ala. Pujian tersebut ada dua. Pertama: pengakuan atas nikmat yang diberikan Allah pada kita. Kedua: pengakuan atas keagungan Allah.

Jumlah nikmat yang dikaruniakan Allah pada kita tentu tak terhitung. Salah satunya adalah nikmat umur dan kesempatan untuk menjumpai waktu sore. Di saat banyak orang meninggal dunia sebelum sempat menikmati cerah dan hangatnya sore hari.

Adapun mengenai keagungan Allah, ada beberapa poin yang ditonjolkan dalam wirid di atas. Tentang kekuasaan-Nya yang bersifat mutlak. Kemampuan-Nya yang sempurna. Serta keberhakan-Nya atas seluruh ibadah para hamba-Nya.

Setelah mengawali wirid dengan pujian kepada Allah, barulah kita mengajukan permohonan kepada-Nya. Secara garis besar isi permohonan itu ada dua. Pertama: permohonan agar dikaruniai kebaikan. Kedua: permohonan supaya dilindungi dari keburukan.

Kebaikan yang kita minta dari Allah bersifat umum. Segala jenis kebaikan, entah itu yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Seperti rizki yang halal, kesehatan tubuh, keharmonisan rumah tangga, semangat beribadah, ilmu yang bermanfaat, dan lain-lain.

Selain memohon kebaikan, kita juga meminta perlindungan kepada Allah dari keburukan. Segala jenis keburukan. Di dunia maupun di akhirat. Dalam wirid ini, keburukan di dunia dicontohkan dengan kemalasan dan kejelekan di masa tua.

Kemalasan berbeda dengan ketidakmampuan. Orang yang malas sebenarnya mampu, namun ia enggan untuk melaksanakan. Ini adalah sifat buruk yang harus dihindari. Adapun kejelekan di masa tua, contohnya seperti kepikunan, sifat kekanak-kanakan, emosian dan yang semisal.

Sedangkan keburukan di akhirat, dicontohkan dalam wirid ini dengan azab neraka dan azab kubur. Mari kita rutinkan membaca wirid yang luar biasa kandungannya ini!

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rabi’uts Tsani 1443 / 29 November 2021