Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 187: Dzikir Dan Doa Sebelum Tidur Bagian-6

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 187
Dzikir Dan Doa Sebelum Tidur Bagian-6

Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:

BACAAN KEENAM:

Membaca Surat al-Mulk sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 67. Terletak di juz 29. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.
Dalil Landasan
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.

Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.

Renungan Kandungan

Kandungan global surat ini terbagi menjadi empat poin:

Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-5)

Surat mulia ini dibuka dengan penjelasan mengenai beberapa potret kesempurnaan kekuasaan Allah ta’ala. Untuk menjelaskan bahwa Dialah sejatinya Sang Penguasa hakiki. Dialah Yang Menciptakan kematian dan kehidupan. Dia pula Pencipta tujuh langit yang sempurna, tanpa ada cacat sedikitpun.

Kedua: Pemaparan tentang potret kekuasaan Allah di akhirat (Ayat 6-12)

Di mana Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dijebloskan ke neraka Jahannam. Mereka tidak hanya disiksa secara fisik, namun juga secara psikis. Sebab mereka akan ditanya, “Bukankah Allah telah mengutus para rasul untuk memberikan peringatan?”. Mereka menjawab, “Ya”. Lalu mereka menyesali keengganannya untuk menaati ajakan para rasul.

Setelah itu, Allah menjelaskan balasan yang disediakan-Nya untuk kaum mukminin. Bahwa mereka akan dikaruniai ampunan dari-Nya dan ganjaran istimewa.

Ketiga: Pemaparan tentang potret kekuasaan Allah di dunia (Ayat 13-24)

Yaitu dengan menjelaskan sangat luasnya ilmu Allah ta’ala. Dia mengetahui segala sesuatu yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Dia mengetahui seluruh isi hati kita. Tentu saja Allah mengetahui segala sesuatu tentang para makhluk, sebab Dialah Pencipta seluruh makhluk tersebut.

Juga dengan menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan bumi yang terhampar luas, sehingga mudah untuk dijadikan tempat tinggal. Selain itu Dia pula yang menyediakan rizki dan segala kebutuhan hidup para makhluk-Nya.

Karena Allah yang memiliki kekuasaan mutlak di dunia dan di akhirat, maka hanya Dia pula yang layak untuk disembah. Semua ibadah hamba hanya boleh dipersembahkan kepada Allah. Sebab Dialah satu-satunya yang mampu memberikan pertolongan dan rizki kepada kita.

Keempat: Penutup (Ayat: 25-30)

Surat mulia ini ditutup dengan penegasan dan kesimpulan tentang kesempurnaan kekuasaan Allah di dunia maupun di akhirat. Sehingga wajarlah bila para hamba hanya boleh bertawakal dan menggantungkan seluruh urusan mereka kepada-Nya.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Dzulqa’dah 1443 / 13 Juni 2022