Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 190: Dzikir Dan Doa Sebelum Tidur Bagian-9

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 190
Dzikir Dan Doa Sebelum Tidur Bagian-9

Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:

BACAAN KESEMBILAN:
Membaca Surat al-Falaq sebanyak tiga kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 113. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 5 ayat.

Dalil Landasan

Aisyah radhiyallahu ’anha menuturkan,
“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ”.

“Setiap malam jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beranjak ke peraduan, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya. Kemudian meniupkan nafas dari mulutnya dengan sedikit air ludah. Lalu membaca, “Qul huwallahu ahad”, “Qul a’ûdzubirabbil falaq” (Surat al-Falaq) dan “Qul a’udzubirabbin nas”. Kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali”. HR. Bukhari (no. 5017).

Dzikir ini akan melindungi insan dari bahaya apapun juga, entah itu setan maupun binatang berbisa. Juga menghindarkannya dari mimpi buruk.1 Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sangat menjaga wirid ini. Bahkan dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan, “Saat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sakit, beliau menyuruhku untuk membacakan wirid tersebut atas beliau”. HR. Bukhari (no. 5748).

Renungan Kandungan

Dalam surat ini, Allah mengajarkan pada kita bacaan perlindungan dari keburukan para makhluk jahat. Serta waktu-waktu yang di dalamnya banyak terjadi kejahatan. Juga berbagai kondisi yang terselubung di baliknya perbuatan jahat. Agar kita terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan tersebut.

Kita sangat membutuhkan perlindungan Allah dari makhluk jahat ciptaan-Nya. Apapun itu dan di manapun ia berada; di dalam atau di luar tubuh kita. Kapanpun adanya; di dunia maupun di akhirat.

Allah ta’ala memerintahkan kita untuk memohon perlindungan pada-Nya dari keburukan malam yang gelap gulita. Sebab malam merupakan waktu bermunculannya makhluk-makhluk jahat. Semisal setan, binatang berbisa dan pencuri.

Waktu subuh adalah permulaan terbitnya cahaya. Karena itulah Allah memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada Rabbul falaq. Sang Penguasa cahaya.

Sebab Dialah Yang Maha Kuasa untuk memukul mundur laskar kegelapan.

Berikutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan sihir. Sengaja pembahasan tentang sihir diletakkan beriringan dengan pembahasan tentang keburukan malam. Sebab waktu malam merupakan momen favorit tukang sihir untuk menjalankan ritualnya. Karena dengan begitu kejahatannya akan jarang terlihat manusia. Berhubung kebanyakan mereka sedang tidur pulas.4

Selanjutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan hasad.

Peletakkan pembahasan tentang hasad setelah pembahasan tentang keburukan sihir menunjukkan adanya korelasi antara hasad dengan sihir. Kemiripan antara
keduanya terlihat manakala sama-sama menimbulkan bahaya dengan cara yang tersembunyi.

Korelasi lainnya: seringkali orang yang hasad menempuh jalan sihir. Dengan asumsi bahwa sihir bisa melenyapkan kenikmatan yang dimiliki oleh orang yang ia dengki.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Muharram 1444 / 1 Agustus 2022