Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 201 – Aturan Saat Mimpi Buruk

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 201
Aturan Saat Mimpi Buruk

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas aturan saat mimpi baik. Berikut ini adalah aturan yang digariskan Islam ketika kita mengalami mimpi buruk.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
«وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ، فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَلْيَسْتَعِذْ مِنْ شَرِّهَا، وَلاَ يَذْكُرْهَا لِأَحَدٍ، فَإِنَّهَا لاَ تَضُرُّهُ»

“Jika ia bermimpi melihat sesuatu yang tidak disukainya, sungguh itu dari setan. Maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dan jangan menceritakannya kepada siapapun. Sungguh itu tidak akan mencelakakannya”. HR. Bukhari (no. 6985) dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu.

Beliau juga bersabda,
«وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ، وَلْيَتْفِلْ ثَلاَثًا، وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ»

“Apabila ia bermimpi melihat sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dan dari keburukan setan, lalu meludahlah tiga kali. Dan jangan menceritakannya kepada siapapun. Sungguh itu tidak akan mencelakakannya. HR. Bukhari (no. 7044) dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu.

Dari hadits di atas dan nas-nas lainnya, bisa disimpulkan bahwa aturan saat bermimpi buruk adalah sebagai berikut:

Pertama: Meyakini bahwa itu dari setan

Mimpi buruk itu biasanya berupa hal-hal mengerikan dan menakutkan, contohnya melihat kepala dipenggal lalu menggelinding dan yang semisal itu. Melalui mimpi-mimpi tersebut, setan bertujuan mengganggu manusia, membuatnya sedih dan gelisah. Sehingga aktivitasnya terganggu. Maka seharusnya saat mengalami mimpi buruk, seorang insan mengabaikannya dan tidak menjadikannya beban pikiran.

Kedua: Berta’awudz

Yakni memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi itu dan dari kejahatan setan. Sebab siapapun yang kembali kepada Allah dan berlindung kepada-Nya, niscaya ia akan senantiasa mendapat petunjuk ke jalan yang lurus. Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman-Nya,
“وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ”

Artinya: “Barang siapa bersandar kepada Allah, maka ia telah dikaruniai petunjuk kepada jalan yang lurus”. QS. Ali Imran (3): 101.

Ketiga: Meludah tiga kali

Maksudnya meludah tiga kali ke arah kiri. Menurut sebagian ulama, hal itu karena setan mendatangi manusia dari sebelah kiri. Sebab yang disasar setan adalah hati manusia, sedangkan posisi hati ada di dekat sisi kiri. Maka setan berusaha mendatanginya dari arah yang terdekat.

Keempat: Mengubah posisi tidur

Yakni mengubah posisi tidur berbeda dari posisi awal. Jika sebelumnya menghadap ke kiri, maka ia ganti menghadap ke kanan. Sebagian ulama menjelaskan bahwa hikmah mengubah posisi itu adalah sebagai bentuk optimisme, bahwa kondisinya akan berubah dari kesedihan menjadi kebahagiaan.

Kelima: Tidak menceritakannya kepada siapapun

Sebab mimpi buruk adalah bagian dari strategi setan mempermainkan manusia. Seharusnya ia jangan terjebak dengan permainan itu. Ibn Sirin rahimahullah berpetuah, “Bertakwalah kepada Allah saat engkau terjaga dan jangan pedulikan apa yang engkau lihat dalam mimpimu saat tidur”.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Dzulhijjah 1444 / 3 Juli 2023