Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – DOA MASUK TOILET

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207
DOA MASUK TOILET

Ajaran Islam sangat sempurna. Semua lini kehidupan diatur dalam agama mulia ini. Salah satunya adalah yang terkait dengan aktivitas rutin harian setiap orang. Yaitu buang hajat. Ternyata dalam Islam, hingga masalah yang terlihat sepele inipun diatur. Seorang yang akan masuk toilet dianjurkan untuk membaca doa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Bismillah. Allôhumma innî a’ûdzubika minal khubutsi wal khobâ’its”.

Dalil Landasan

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

سِتْرُ مَا بَيْنَ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ الْكَنِيفَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup yang menghalangi pandangan jin dari aurat bani Adam adalah bacaan basmalah saat ia memasuki WC”. HR. Ibn Majah (no. 300) dari Ali radhiyallahu’anhu dan dinyatakan sahih lighairihi oleh al-Albani.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الخَلَاءَ قَالَ:اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Bila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan masuk tempat buang hajat, beliau membaca: “Allôhumma innî a’ûdzubika minal khubutsi wal khobâ’its” (Ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan pada-Mu dari setan pria dan perempuan)”. HR. Bukhari (no. 142) dan Muslim (no. 829).

Renungan Kandungan

Hadits di atas mendidik kita agar senantiasa mengingat Allah ta’ala dalam segala kondisi. Begitulah seyogyanya karakter setiap muslim. Sebab iblis dan bala tentaranya selalu berupaya menyesatkan manusia. Maka dari itu kita memerlukan perlindungan Allah subhanah agar terselamatkan dari tipu daya setan dan segala keburukan dunia maupun akhirat.

Terlebih lagi tempat buang hajat adalah salah satu lokasi yang digemari oleh setan. Maka hendaklah kita berada di dalamnya, sesuatu kebutuhan saja. Jangan berlama-lama di situ. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,

إِنَّ ‌هَذِهِ ‌الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ

Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan)”. HR. Ath-Thayalisiy (no. 714) dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban, al-Hakim serta al-Albaniy.

Maka dari itu, kita diperintahkan untuk membaca doa ini; supaya terlindungi dari kejahatan setan, juga agar aurat kita tidak terlihat oleh mereka. Hal ini mengajarkan pada kita rasa malu, sekalipun kepada makhluk ghaib yang tak terlihat. Terlebih kepada sesama manusia yang jelas-jelas terlihat.

Doa ini dibaca sebelum memasuki ruangan WC atau kamar mandi. Apabila buang hajat itu dilakukan bukan di ruangan khusus—semisal sedang berada di hutan—maka doa itu dibaca sebelum menyingkap pakaian.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Jumadal Ula 1445 / 20 Nopember 2023

Terinspirasi dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (III/108-109) dan ذكر دخول الخلاء (اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث) (alukah.net).