Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 89: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8

Berdoa

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 189
DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8

Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:

BACAAN KEDELAPAN:

Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 112. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 4 ayat.

Dalil Landasan

Aisyah radhiyallahu ’anha menuturkan,

“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ”.

“Setiap malam jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beranjak ke peraduan, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya. Kemudian meniupkan nafas dari mulutnya dengan sedikit air ludah. Lalu membaca, “Qul huwallahu ahad” (Surat al-Ikhlas), “Qul a’ûdzubirabbil falaq” (Surat al-Falaq) dan “Qul a’udzubirabbin nas” (Surat an-Nas). Kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali”. HR. Bukhari (no. 5017).

Dzikir ini akan melindungi insan dari bahaya apapun juga, entah itu setan maupun binatang berbisa. Juga menghindarkan dia dari mimpi buruk.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sangat menjaga wirid ini. Bahkan dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan, “Saat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sakit, beliau menyuruhku untuk membacakan wirid tersebut atas beliau”. HR. Bukhari (no. 5748).

Renungan Kandungan

Surat yang mulia ini memiliki keistimewaan spesial yang tidak dimiliki surat al-Qur’an lainnya. Di antaranya: surat ini sepadan dengan sepertiga al-Qur’an. Sebab kandungannya sebanding dengan sepertiga kandungan al-Qur’an. Secara garis besar, isi al-Qur’an terbagi menjadi tiga bahasan pokok; akidah, hukum dan kisah. Sedang surat al-Ikhlas berisikan bagian pertama; yaitu tauhid. Sehingga barang siapa membaca surat al-Ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang membaca sepertiga al-Qur’an.

Di awal surat ini Allah ta’ala menegaskan keesaan-Nya. Keesaan Allah ini bersifat mutlak, dalam segala-galanya. Allah Maha Esa dzat-Nya. Allah Maha Esa dalam keberhakan-Nya atas ibadah para hamba. Allah Maha Esa dalam perbuatan ketuhanan-Nya. Serta Allah Maha Esa dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

Selanjutnya kita diingatkan akan kesempurnaan Allah. Sehingga mau tidak mau seluruh penghuni langit dan bumi, tanpa terkecuali, sangat membutuhkan-Nya. Mereka semua meminta pada-Nya dalam setiap kebutuhan dan memohon pada-Nya dalam setiap kepentingan.

Lalu Allah menjelaskan bahwa diri-Nya berbeda dengan tuhan-tuhan kaum musyrikin. Dia tidak melahirkan anak. Sebab Dia tidak membutuhkan selain-Nya. Bukan pula merupakan anak dari dzat lain. Sebab jika demikian, maka Dia tidak menjadi yang pertama.

Adapun ayat terakhir merupakan rangkuman dan penegasan bahwa pemilik sifat-sifat tersebut di ayat-ayat sebelumnya adalah Dzat yang tidak ada bandingannya sama sekali. Tidak ada apapun yang serupa, apalagi sama dengan Allah dalam segala sesuatu. Baik dalam dzat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya maupun keberhakkan-Nya akan ibadah para hamba.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Dzulhijjah 1443 / 18 Juli 2022

Artikel: https://tunasilmu.com