Serial Fiqih Pendidikan Anak No 149: MENDOAKAN ANAK SEBELUM ADA

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 149

MENDOAKAN ANAK SEBELUM ADA

Semaksimal apapun upaya orangtua mendidik anaknya, jika Allah tak berkehendak, maka anak tidak akan menjadi seperti yang diharapkan orangtuanya. Karena itulah—mau tidak mau—dalam semua aktivitas, kita tidak mungkin lepas dari Allah ta’ala. Sebab di Tangan-Nya lah kendali segala sesuatu.

Salah satu ikhtiar yang perlu dilakukan, agar Allah berkenan membantu kita dalam mendidik anak, adalah memperbanyak doa. Bukan hanya saat anak tersebut telah lahir, namun juga sebelum ia ada dan terlahir ke muka bumi ini.

Teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Masih segar dalam ingatan kita, polah kaum musyrikin kota Tha’if saat mereka menolak ajakan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Walaupun beliau telah mengajak mereka secara baik-baik agar masuk Islam. Namun tidak hanya menolak mentah-mentah ajakan santun tersebut, bahkan mereka juga mencaci dan melemparinya dengan bebatuan, hingga beliau berdarah-darah. Saat itu malaikat penjaga gunung menawarkan pada beliau untuk menimpakan dua bukit kepada mereka. Ternyata respon beliau adalah,

بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلاَبِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ، لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

Justru aku berharap agar Allah melahirkan dari mereka keturunan yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun”. HR. Bukhari dan Muslim.

Lihatlah bagaimana Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah agar mengaruniakan kesalihan kepada anak-anak penduduk Thaif, bahkan sebelum mereka terlahirkan. Dan betul, setelah matinya kaum musyrikin para penolak dakwah beliau, terlahirlah generasi yang tangguh dan konsisten membela Islam.

Para Nabi sebelumnya pun juga mencontohkan hal serupa. Nabi Zakaria ‘alaihissalam misalnya, beliau berdoa,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًإِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Ya Rabbi, karuniakanlah padaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”. QS. Ali Imran (3): 38.

Padahal saat itu, secara kalkulasi manusia, harapan memiliki keturunan sangat tipis. Sebab beliau sudah sangat lanjut usia dan istrinya mandul. Sebagaimana diceritakan dalam al-Qur’an,

(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakaria. (Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul. Maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya’kub. Dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”. QS. Maryam (19): 2-6.

Akhirnya Allah mengabulkan permohonan Nabi Zakaria, dengan mengaruniakan seorang anak bernama Yahya, yang kelak juga diangkat menjadi nabi. Allahu akbar!

Doa Sebelum Berhubungan Biologis

Masih dalam rangka memohon bantuan Allah dalam mendidik anak, agama kita mengajarkan agar pasangan suami istri tidak lupa berdoa sebelum melakukan hubungan badan.

Yakni dengan membaca doa berikut,

بِسْمِاللهِاللَّهُمَّجَنِّبْنَاالشَّيْطَانَوَجَنِّبِالشَّيْطَانَمَارَزَقْتَنَا“.

Dengan nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkan pula gangguan setan dari (anak) yang akan Kau karuniakan pada kami”. HR. Bukhari dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu’anhuma.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan, jika pasca hubungan tersebut terlahir anak, maka niscaya setan tidak akan bisa mencelakainya.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Leave a Comment