Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 155 Mentahnîk Bayi Dan Mendoakannya

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 155
Mentahnîk Bayi Dan Mendoakannya

Kesehatan bayi tentu suatu hal yang sangat didambakan orang tua. Guna mencapai tujuan tersebut, Islam mengajarkan untuk menempuh cara lahiriah dan batiniah. Ikhtiar dan doa. Saat bayi baru lahir, di antara hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah tahnîk dan doa. Sebagaimana telah dijelaskan dalam banyak hadits. Di antaranya hadits yang dituturkan Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu,
“وُلِدَ لِي غُلَامٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ”
“Anakku lahir. Akupun membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menamainya Ibrahim. Lalu mentahnîknya dengan kurma serta mendoakan keberkahan untuknya”. HR. Bukhari dan Muslim.

Apa itu Tahnîk?

Tahnîk adalah mengunyah sebutir kurma, setelah lembut dan halus, dengan tangan yang bersih mamahan tersebut diambil sedikit, kemudian dioleskan ke langit-langit mulut bayi. Bila tidak ada kurma, maka bisa digantikan dengan sesuatu yang manis, seperti madu misalnya.

Hukum tahnîk kepada bayi yang baru lahir adalah sunnah. Sehingga menjalankannya pun juga insyaAllah berpahala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menjelaskan secara spesifik manfaat kesehatan tertentu yang bakal didapatkan oleh si bayi manakala ditahnîk. Namun di zaman ini, para pakar kesehatan menyebutkan manfaat medis dari tahnîk.

Kadar gula (glukosa) dalam darah bayi yang baru lahir biasanya rendah. Semakin kecil berat badan bayi, semakin sedikit pula kadar gulanya. Rata-rata antara 20-30 mg per 100 mg darah. Ini bisa dibilang sangat rendah dari tingkatan normal gula dalam darah. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala berikut: tidak mau menyusu; otot ringkih, nafas sering terhenti dan tubuh membiru; terkena sawan dan acap gemetar.

Selain itu, rendahnya kadar gula dalam darah bayi juga bisa menyebabkan beragam gangguan kronis. Semisal: perkembangan lambat; keterbelakangan mental; kelumpuhan otak; menderita cacat mata dan telinga; sering kejang.

Jika kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan yang baik, maka bisa berujung pada kematian bayi. Nah, buah kurma mengandung gula glukosa dalam kadar yang cukup. Terutama setelah tercampur dengan air liur yang mengandung enzim-enzim yang bisa mengubah gula dual sucrose menjadi gula mono sucrose, sehingga mudah dicerna. Apalagi air liur juga mempermudah larutnya gula, sehingga bayi yang baru lahir dapat menerima zat gula dengan mudah.

Jadi, dipandang dari sisi medis, mentahnîk bayi merupakan terapi preventif dan memiliki nilai urgensi yang sangat strategis.

Iringi dengan Doa

Ikhtiar medis saja tidak cukup. Sebab yang menentukan segala sesuatu adalah Allah ta’ala; Sang Penguasa alam semesta. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan untuk mendoakan bayi yang baru lahir. Beliau mendoakan keberkahan.

Berkah adalah kebaikan yang langgeng dan terus menerus bertambah. Hal ini mencakup seluruh kebaikan yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Kebaikan duniawi contohnya adalah kesehatan tubuh dan terlindungi dari marabahaya. Adapun kebaikan ukhrawi seperti kesalihan diri.

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami betapa luhur dan istimewanya ajaran Islam. Yang memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anak dan ibu di seluruh fase perkembangannya. Perhatian ini bahkan tidak tertandingi oleh konsep yang diajukan oleh WHO sekalipun.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Rabi’uts Tsani 1443 / 22 November 2021