Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 156 Syukurilah, Apapun Jenis Kelamin Bayi

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 156
Syukurilah, Apapun Jenis Kelamin Bayi

Ketika sudah menikah dan menjadi pasangan suami istri, tentu akan ada rasa ingin mempunyai momongan sesuai harapan yang diinginkan. Misalnya sang istri ingin anak perempuan dan sang suami malah sebaliknya.

Tak perlu bersedih jika kelak yang dilahirkan bukan anak dengan jenis kelamin yang diharapkan. Anak itu titipan, bisa jadi sewaktu-waktu akan diambil kembali. Banyak pula di luar sana yang menanti diamanahi buah selama bertahun-tahun bahkan hingga belasan tahun, namun belum pula dikaruniai.

Allah ta’ala berfirman,
“لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ”

Artinya: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan. Dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa”. QS. Asy-Syura (42): 49-50.

Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik

Di antara para Nabi‘alaihimus salam, ada yang hanya memiliki anak perempuan, yaitu Nabi Luth. Ada yang hanya memiliki anak laki-laki, semisal Nabi Ibrahim. Ada pula yang memiliki anak laki-laki dan perempuan seperti Nabi kita Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kita pun tidak mengetahui, manakah yang lebih baik di antara keduanya, anak laki-laki atau anak perempuan? Allah Ta’ala berfirman,
“آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا”

Artinya: “(Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu,kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”QS. An-Nisa (4): 11.

Di dalam ayat lain dijelaskan, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.QS. Al-Baqarah (2): 215.

Karena itulah Aisyah radhiyallahu ‘anha jika ada bayi baru lahir di antara keluarganya, beliau tidak bertanya, “Laki-laki atau perempuan?”. Namun beliau bertanya, “Apakah organ tubuhnya sempurna (lengkap)?”. Bila dijawab, “Iya”, beliau berkata, “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam”. Diriwayatkan oleh Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-Albaniy.

Syukuri dan Doakan

Mu’awiyah bin Qurrah bercerita, Saat Iyas anakku baru lahir, aku mengundang beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjamu mereka. Setelah itu mereka mendoakannya. Aku berkata, “Kalian telah berdoa. Semoga Allah memberkahi kalian atas doa tadi. Sekarang aku juga akan berdoa, maka aminilah”. Diriwayatkan oleh Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Albaniy.

Selama hamba bersyukur atas karunia Allah, niscaya Dia akan menambah nikmat-Nya. Sebaliknya bila ia kufur, niscaya azab-Nya amatlah pedih.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Jumadal Ula 1443 / 6 Desember 2021