Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 181: MENANAMKAN AKHLAK MULIA SEJAK DINI

Anak itu akan tumbuh sesuai dengan apa yang ditanamkan oleh pendidiknya di masa kecil. Karena itulah sejak dini, anak harus dibiasakan berakhlak mulia. Pembiasaan ini harus dilakukan dengan cara yang mulia pula. Yakni dengan kelembutan, bukan kekasaran.

Akhlak mulia yang dimaksud di sini adalah akhlak yang bersifat batiniyah maupun lahiriah.

Akhlak batiniyah adalah sifat-sifat baik yang ditumbuhkan di dalam hati. Seperti ketergantungan kepada Allah, kesabaran, kedermawanan serta kebersihan hati dari rasa iri dan dengki terhadap orang lain.

Sedangkan akhlak lahiriah adalah: sopan santun dalam berbicara, bersikap baik kepada orang tua dan orang lain, adab makan, adab bertamu dan yang semisal itu.

Terkait dengan penanaman akhlak batiniyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan dalam sabdanya kepada keponakan beliau; Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

«يَا غُلاَمُ … إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»

“Nak… Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bila seluruh manusia bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan mampu memberikannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Sebaliknya bila mereka semua bersatu padu untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Pena takdir telah diangkat dan kitab takdir telah selesai dituliskan”. HR. Tirmidziy (No. 2516) dan beliau mengatakan hadits ini hasan sahih.

Adapun contoh penanaman akhlak lahiriyah, adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu,

«يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ»

“Nak, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan ambillah makanan yang terdekat denganmu”. HR. Bukhari (No. 5376) dan Muslim (No. 2022).

Proses penanaman berbagai akhlak mulia di atas, harus dijalankan dengan cara yang baik. Yakni dengan menyampaikan pesan-pesan mulia tersebut secara halus dan ungkapan yang mudah dimengerti. Bukan dengan kekasaran, teriakan, atau marah-marah. Yang justru akan mengakibatkan anak bersikap antipati.

Di atas itu semua, orang tua harus menjadi suri teladan dalam mempraktekkan akhlak-akhlak mulia tadi. Sebab anak adalah peniru ulung. Maka pembiasaan baik yang ditanamkan kepada buah hati, mesti dibarengi dengan keteladanan dari kedua orang tua. Alangkah kontradiktifnya, orang tua yang menyuruh anaknya makan dan minum menggunakan tangan kanan, namun mereka berdua masih terbiasa menggunakan tangan kiri. Orang tua menyuruh anaknya bersikap dermawan, tapi mereka berdua mencontohkan sifat pelit dalam kesehariannya. Ketidaksinkronan antara ucapan dan perbuatan ini, tentu akan mengganggu proses penanaman akhlak mulia dalam diri anak.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Shafar 1445 / 4 September 2023

AGEN KEBAIKAN
REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA = 0812-2291-0404

Facebook
www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/

Telegram
https://t.me/ustadzabdullahzaen

Soundcloud
https://soundcloud.com/ustadzabdullahzaen

Instagram
https://www.instagram.com/abdullahzaenofficial/

Youtube
www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma