Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 185 – Makan Bersama Anak

Salah satu aktivitas yang banyak manfaatnya, namun sayang belakangan ini kerap ditinggalkan, adalah makan bersama anak. Jikapun ada keluarga yang masih mempraktekkannya, kerap momen istimewa ini terganggu dengan hadirnya benda asing di tangan masing-masing. Yakni HP!

Maka alangkah baiknya, kebiasaan makan bersama keluarga, kita hidupkan kembali. Sebab hal ini sangat penting dan banyak manfaatnya. Antara lain:

Pertama: Mengakrabkan hubungan

Kebersamaan anggota keluarga dalam sebuah aktivitas, mutlak diperlukan; guna membangun keakraban hubungan antar mereka. Apalagi di zaman ini, di mana masing-masing anggota keluarga seringkali terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang menguras tenaga, pikiran dan waktu. Akibatnya terjadilah kerenggangan hubungan di antara anggota keluarga. Nah, momen makan bersama keluarga, menjadi salah satu solusi untuk merajut keharmonisan dan kedekatan antara orang tua dengan putra-putrinya. Sebab di situ akan terjadi obrolan ringan dan interaksi antar mereka.

Kedua: Momen Memberikan Nasehat

Salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan saat akan menyampaikan nasehat, adalah mencari momen yang pas. Agar nasehat itu lebih mudah untuk diterima. Suasana akrab makan bersama, menjadi salah satu alternatif waktu terbaik dalam memberikan nasehat. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun juga memanfaatkan momen tersebut. Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

“كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ» فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ”

Dahulu saat kecil, aku dirawat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika makan bersama, tanganku bergerak kesana kemari di nampan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Nak, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan ambillah makanan yang terdekat denganmu”. Umar berkata, “Semenjak mendapatkan nasehat tersebut, aku selalu menerapkan adab-adab tersebut setiap kali makan”. HR. Bukhari (No. 5376) dan Muslim (No. 2022).

Kandungan hadits ini pernah kita kupas di Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 177.

Ketiga: Meraih Keberkahan

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menganjurkan makan bersama; agar mendapatkan keberkahan dari Allah ta’ala. Dalam sebuah hadits disebutkan:
إِنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلَا نَشْبَعُ، قَالَ: «فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ؟» قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: «فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ»

Bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melapor, “Wahai Rasulullah, mengapa kami sudah makan, namun tidak kenyang?”. Beliau pun bertanya, “Apakah kalian makan sendiri-sendiri?”. Mereka menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Makanlah bersama-sama, dan bacalah basmalah; niscaya makanan kalian akan diberkahi”. HR. Abu Dawud (no. 3764) dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.

Keempat: Menjaga Pola Makan Tetap Baik

Salah satu pemicu munculnya gangguan pencernaan, adalah tidak idealnya pola makan. Yakni sering telat makan, dan cenderung lebih suka jajan di luar. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, orang tua bisa mengajak anak untuk mulai menata pola makannya dengan tepat. Caranya adalah dengan mengajak makan bersama. Setidaknya, jika anak lebih sering makan di rumah, maka waktu makannya akan lebih teratur, dan kebutuhan nutrisinya lebih terpantau dan tercukupi insyaAllah.

✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Jumadal Ula 1445 / 27 Nopember 2023