Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 84 (KEUTAMAAN DOA Bag-3)

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 84

Pada kesempatan lalu kita telah membahas berbagai keutamaan doa yang tersirat di dalam al-Qur’an. Berikut ini beberapa keutamaan doa yang termaktub dalam hadits-hadits Rasul shallallahu’alaihiwasallam:

  1. Doa adalah ibadah

Nabiyullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ”

“Doa adalah ibadah”. HR. Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.

Bahkan doa adalah ibadah paling afdhal. Dalam sebuah hadits disebutkan,

“لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ”

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibandingkan doa”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Ibn Hibban menilai hadits ini sahih.

Jadi, doa adalah salah satu ibadah termulia dan paling tinggi kedudukannya dalam Islam. Sebab doa adalah inti dan ruhnya ibadah. Di dalam doa, seorang hamba menunjukkan kerendahan, kelemahan dan kebutuhannya yang sangat terhadap Allah ta’ala.

Kemudian doa itu senantiasa diiringi dengan ketergantungan (tawakkal) hamba kepada Allah, juga permintaan tolong kepada-Nya. Perasaan butuh terhadap Allah dan kepercayaan kepada-Nya adalah inti dari ibadah.

Lalu, perlu diketahui bahwa ibadah itu akan semakin semakin sempurna dan semakin mulia, manakala saat mengerjakannya hati bisa khusyu’ dan meresapinya. Dalam hal ini, doa sangat membantu untuk mencapai hal itu. Sebab kebutuhan mendesak seseorang akan mendorongnya untuk khusyu’ dalam berdoa.

  1. Orang yang tidak berdoa akan dimurkai Allah

Rasulullah shallallahu’alaihwasallam menjelaskan,

” مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ، غَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ “

“Barang siapa yang tidak berdoa kepada Allah, niscaya Allah akan murka padanya”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Syaikh al-Albany menilai hadits ini hasan.

Hadits ini menunjukkan betapa Allah mencintai doa serta mencintai orang-orang yang mau berdoa kepada-Nya. Karena itulah Allah murka terhadap mereka yang tidak mau berdoa kepada-Nya. Sebab sangat mungkin keengganan itu bersumber dari kesombongan dia. Allah ta’ala berfirman,

Artinya: “Rabb kalian berfirman, “Berdoalah kepada-Ku; niscaya akan Kukabulkan”. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku; niscaya akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.

Bersambung insyaAllah…

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Dzulhijjah 1436 / 12 Oktober 2015

Disingkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr (II/12-18).

Leave a Reply