Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 87 (ALLAH BERJANJI KABULKAN DOA)

Di antara hal yang menunjukkan keutamaan doa, bahwa Allah mengajak para hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dan berjanji untuk mengabulkan permohonan mereka. Firman-Nya,

[arabic-font]”وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ” [/arabic-font]

Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.

Itulah janji Allah. Dan tidak mungkin Dia mengingkari janji-Nya. Namun pertanyaan yang sering muncul adalah, “Realita berbicara bahwa terkadang kita sudah berdoa, namun ternyata tidak atau belum dikabulkan oleh Allah ta’ala. Bagaimana ini?”.

Jawabannya ada dalam sabda Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

[arabic-font]”مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا” قَالُوا: “إِذًا نُكْثِرُ”، قَالَ: “اللهُ أَكْثَرُ”[/arabic-font]

“Setiap muslim yang berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan padanya salah satu dari tiga hal.

  1. Akan segera dikabulkan doanya. Atau;
  2. Akan ditabung sebagai pahala di akhirat. Atau;
  3. Akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya.

Para sahabatpun berkomentar, “Jika demikian, kami akan perbanyak berdoa!”. Beliau menimpali, “Allah itu lebih banyak lagi (karunianya)”. HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albany.

Jadi, setiap doa yang benar yang dipanjatkan oleh seorang mukmin itu pasti dikabulkan oleh Allah ta’ala. Sebab itulah isi janji-Nya. Tidak mungkin Dia ingkar janji.

Hanya saja, proses pengabulan doa masing-masing orang itu tidak sama.

Ada yang langsung dikabulkan permintaannya, mirip seperti isi doanya.

Ada yang dikabulkan permintaannya sesuai dengan apa yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta’ala.

Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda dengan isi permintaannya. Sebab Allah mengetahui, bahwa apa yang diminta orang tersebut kurang baik untuk dirinya.

Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.

Jadi, orang yang berdoa, apapun kondisi yang dialaminya, tidak akan pernah merugi. Jadi mengapa ada di antara kita yang masih bermalas-malasan untuk berdoa?

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Shafar 1437 / 23 November 2015

Leave a Reply