Surat Terbuka Untuk Para Istri (Bagian 10): JADILAH ISTRI IDAMAN

Para istri yang mulia…

Bertingkat-tingkatnya kecantikan yang dimiliki masing-masing wanita memang sudah suratan takdir. Bagaimanapun bentuk fisik dan kecantikan yang diberikan oleh Allah kepada Anda, itulah bagian rezeki yang harus disyukuri. Lihatlah orang yang di bawahmu dan jangan melihat orang yang di atasmu. Sebagaimana wasiat Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

“انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّه”.

“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian; sebab hal itu akan mendidik kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah”. HR. Muslim.

Itulah kecantikan, sangat relatif sifatnya. Dan satu hal yang dimaklumi, bahwa secantik apapun paras wajahmu dan sepandai apapun Anda merawat kecantikan, namun akhirnya Anda akan tua juga. Dan seiring dengan itu sedikit demi sedikit kecantikan akan sirna. Karenanya, hakikat kecantikan itu terletak pada keelokan batin dan perilaku kita, bukan kecantikan fisik belaka.

“إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ” وَأَشَارَ بِأَصَابِعِهِ إِلَى صَدْرِهِ”.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan tidak pula bentuk lahiriah kalian, namun Dia melihat hati kalian”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam mengisyaratkan dengan jari-jarinya ke arah dadanya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah.

Saudariku, tentu Anda tidak menghendaki perasaan cinta suami kepada Anda berangsur padam seiring sirnanya kecantikan yang Anda miliki.

Hal itu bisa saja terjadi, apabila perasaan cinta suami kepada Anda semata-mata didasari kecantikan fisik semata. Cinta itu pasti akan sirna seiring sirnanya kecantikan yang ada pada diri Anda.

Akan tetapi, bila Engkau mampu membuat jatuh hati dan terpesona suamimu, dengan keindahan kepribadianmu, sifat, perbuatan dan perilakumu; niscaya cinta seperti ini akan lebih bisa diharapkan kelanggengannya.

Oleh karena itu, bagi saudariku yang berparas cantik: jangan hapus kecantikan wajahmu dengan buruknya kepribadian, akhlak dan perilakumu.

Dan bagi saudariku yang berparas buruk: janganlah Engkau mengoleksi dua keburukan sekaligus. Sudah wajahnya buruk, buruk pula akhlak dan perilakunya. Lalu apa yang bisa diandalkan dari wanita seperti ini?

Bahkan wajahmu yang biasa-biasa saja, dapat bercahaya disebabkan indahnya kepribadianmu, eloknya akhlakmu dan memikatnya perilakumu… Silahkan buktikan!

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1432 / 21 November 2011


[1]   Disarikan dari buku “Surat Terbuka untuk Para Istri” karya Ummu Ihsan dan Abu Ihsan, penerbit Pustaka Darul Ilmi, Bogor (hal. 105-108).

Leave a Reply